Kota Banjarmasin

Kota Banjarmasin/ Latin: Bandiermasinensis adalah salah satu kota sekaligus merupakan ibu kota dari provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Kota Banjarmasin merupakan Pusat Kegiatan Wilayah (PKW), sebagai Kota Pusat Pemerintahan (Ibukota Propinsi Kalimantan Selatan) serta sebagai pintu gerbang nasional dan kota-kota pusat kegiatan ekonomi nasional. Juga merupakan kota penting di wilayah Kalimantan Selatan yang saat ini memiliki posisi yang sangat strategis secara geografis. Sudah selayaknya Kota Banjarmasin ditingkatkan statusnya menjadi Pusat Kegiatan Nasional di masa mendatang.

Kota yang terpadat di Kalimantan ini termasuk salah satu kota besar di Indonesia, walau luasnya yang terkecil di Kalimantan, yakni luasnya lebih kecil daripada Jakarta Barat. Kota yang dijuluki kota seribu sungai ini merupakan sebuah kota delta atau kota kepulauan sebab terdiri dari sedikitnya 25 buah pulau kecil (delta) yang merupakan bagian-bagian kota yang dipisahkan oleh sungai-sungai diantaranya pulau Tatas, pulau Kelayan, pulau Rantauan Keliling, pulau Insan dan lain-lain.[5] Kota Banjarmasin ditetapkan sebagai salah satu dari 10 ikon kota pusaka di Indonesia.[6][7][8][9][10][11][12] Sejak zaman dulu hingga sekarang Banjarmasin masih menjadi kota niaga dan bandar pelabuhan terpenting di pulau Kalimantan.[13][14][15][16][17][18] Pelabuhan kota Banjarmasin adalah pelabuhan Trisakti yang terletak 12,5 mil dari muara sungai Barito.[19]http://www.dephub.go.id/files/media/file/25%20pelabuhan/Banjarmasin.pdf[20]Pelabuhan Trisakti memiliki Terminal Petikemas Banjarmasin (TPKB) yang termasuk 10 besar terminal petikemas di Indonesia.[21] Kota Banjarmasin beserta kota Pekalongan dan Solo ditetapkan sebagai Kota Teladan oleh UN Habitat.[22][23][24][25][26][27]

Secara de jure Banjarmasin masih sebagai ibukota Kalsel, namun kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan terhitung sejak tanggal 14 Agustus 2011 yang bertepatan dengan Harijadi Kalsel ke 61, telah dipindahkan kawasan Gunung Upih di kecamatan Cempaka (Banjarbaru) yang berdiri pada lokasi dengan ketinggian elevasi 44 meter di atas permukaan laut serta berjarak sekitar 60 km dari kantor lama (pada titik 0 km Banjarmasin di tepi sungai Martapura).[28][29][30][31][32] Departemen Pekerjaan Umum menempatkan Banjarmasin sebagai salah satu kota penting[33] dan mempersiapkan Banjarmasin beserta 4 daerah kab/kota yang menjadi satelitnya[34] sebagai salah satu Kawasan Strategis Propinsi yaitu Kawasan Perkotaan Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, Tanah Laut sebagai calon kota “metropolitan” generasi ketiga[35][36][37][38][39] yang dinamakan Banjar Bakula

Dalam bahasa Jawa, Banjarmasin berarti taman asin[47][48], sedangkan sejarah Jawa Barat mencatat nama Banjarmasin berasal dari keluarga keraton Kerajaan Mahasin di Singapura yang mengungsi ke daerah Banjar karena serangan Sriwijaya kemudian berdirilah Kerajaan Banjar Mahasin[49], namun nama asli kota Banjarmasin adalah Banjar-Masih[50], pada tahun 1664 orang Belanda masih menulisnya Banjarmasch atau Banzjarmasch.[51] Kota yang secara historis menjadi ibukota provinsi Kalimantan sampai tahun 1957 ini memiliki Indeks persepsi kenyamanan 52.61 (th. 2009)[52] meningkat menjadi 53.16 (th. 2011) walau masih di bawah rata-rata[53][54]. Tahun 1942 Jepang menduduki kota ini, sebelumnya kolonial Belanda, menjadikan Banjarmasin sebagai ibukota Dutch-Borneo dan di bawah kekuasaan Inggris (Alexander Hare) dikenal sebagai British-Borneo.[55][56]

Penyebutan Banjarmasin yang pernah digunakan:

  • Benjar[57]
  • Benjarsen atau Benjar-mausen[58]
  • Bandjermassing[59]
  • Bandjer Massing[60]
  • Banjer-massinsch[61]
  • Banjarmassing[62]
  • Bandjarmassingh[63][64]
  • Bandjermasin[65][66]
  • Bandjermassin[67]
  • Banjer Massin[68]
  • Banjermassin[69][70]
  • Banjermasin[71]
  • Banjermasing[72]
  • Banyermasin
  • Banjermassing[73]
  • Banjir Massin[74]
  • Banjirmasin[75]
  • Banjar Massen[76]
  • Benjar-Maffen[77][78]
  • Banjar Maffeen[79][80][81][82]
  • Banjermaffing[83][84][85]
  • Benjar-Massing[86]
  • Banjar Massin[87]
  • Banjarmassin[88]
  • Banjarmassim[89]
  • BAGNAR MESSIN[90]
  • Bandgermasin (Spanyol)
  • Bandjermasinsche[91]
  • Bandjarmassin[92][93]
  • Bandjar Masin[94]
  • Bandermachri
  • Bengermarssin
  • Bendamarfin[95]
  • Bender Massin/Bandermassin[96][97]
  • Beniar atau Bendermassin[98][99]
  • Benjermasin
  • Bendermassing[100]
  • Tathalmasin[101]
  • Nama lain kota Banjarmasin adalah kota Tatas karena pusat kota ini berdiri di atas pulau Tatas, yaitu delta yang membentuk wilayah kecamatan Banjarmasin Barat dan sebagian Banjarmasin Tengah yang dahulu sebagai pusat pemerintahan Residen Belanda.[102]

Dalam penuturan sehari-hari, Kota Banjarmasin sering hanya disebut sebagai “Banjar”, meskipun hal ini dapat pula dikelirukan dengan Kabupaten Banjar bagi orang luar Kalimantan Selatan. Akan tetapi, bagi orang Kalsel sendiri, nama “Banjar” hampir selalu bermakna Banjarmasin, sementara untuk menyebut Kab. Banjar, orang Kalsel menyebut nama-nama daerah di kabupaten tersebut secara spesifik, seperti Kertak Hanyar, Martapura, Pengaron, Astambul, dan lain sebagainya.

Geografis

Letak

Kota Banjarmasin terletak pada 3°15′ sampai 3°22′ Lintang Selatan dan 114°32′ Bujur Timur, ketinggian tanah asli berada pada 0,16 m di bawah permukaan laut dan hampir seluruh wilayah digenangi air pada saat pasang. Kota Banjarmasin berlokasi daerah kuala sungai Martapura yang bermuara pada sisi timur Sungai Barito. Letak Kota Banjarmasin nyaris di tengah-tengah Indonesia.

Kota ini terletak di tepian timur sungai Barito dan dibelah oleh Sungai Martapura yang berhulu di Pegunungan Meratus. Kota Banjarmasin dipengaruhi oleh pasang surut air laut Jawa, sehingga berpengaruh kepada drainase kota dan memberikan ciri khas tersendiri terhadap kehidupan masyarakat, terutama pemanfaatan sungai sebagai salah satu prasarana transportasi air, pariwisata, perikanan dan perdagangan.

Menurut data statistik 2001 dari seluruh luas wilayah Kota Banjarmasin yang kurang lebih 98,46 km² ini dapat dipersentasikan bahwa peruntukan tanah saat sekarang adalah lahan tanah pertanian 3.111,9 ha, perindustrian 278,6 ha, jasa 443,4 ha, pemukiman adalah 3.029,3 ha dan lahan perusahaan seluas 336,8 ha. Perubahan dan perkembangan wilayah terus terjadi seiring dengan pertambahan kepadatan penduduk dan kemajuan tingkat pendidikan serta penguasaan ilmu pengetahuan teknologi.

Batas wilayah

Batas-batas wilayah Kota Banjarmasin adalah sebagai berikut:

Utara Sungai Alalak (seberangnya kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala)
Selatan Kabupaten Banjar (kecamatan Tatah Makmur)
Barat Sungai Barito (seberangnya kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala)
Timur Kabupaten Banjar (kecamatan Sungai Tabuk dan Kertak Hanyar)

Fungsi dan penggunaan tanah

Tanah aluvial yang didominasi struktur lempung adalah merupakan jenis tanah yang mendominasi wilayah Kota Banjarmasin. Sedangkan batuan dasar yang terbentuk pada cekungan wilayah berasal dari batuan metaforf yang bagian permukaan ditutupi oleh kerakal, kerikil, pasir dan lempung yang mengendap pada lingkungan sungai dan rawa.

Penggunaan tanah di Kota Banjarmasin tahun 2003 untuk lahan pertanian seluas 2.962,6 ha, industri 278,6 ha, perusahaan 337,3 ha, jasa 486,4 ha dan tanah perumahan 3.135,1 ha. Dibandingkan dengan data tahun-tahun sebelumnya lahan pertanian cenderung menurun, sementara untuk lahan perumahan mengalami perluasan sejalan dengan peningkatan kegiatan ekonomi dan pertumbuhan penduduk.[103]Luas optimal Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebuah kota adalah 30% dari luas kota,[104] sedangkan kota Banjarmasin hanya memiliki 10 sampai 12% RTH saja.[105]

Iklim

Busur Sirkumhorizontal yang muncul di atas langit Banjarmasin

Kota Banjarmasin beriklim tropis dimana angin muson barat bertiup dari Benua Asia melewati Samudera Hindia menimbulkan musim hujan, sedangkan angin dari Benua Australia adalah angin kering yang berakibat adanya musim kemarau.

Curah hujan yang turun rata-rata per tahunnya kurang lebih 2.400 mm dengan fluktuasi tahunan berkisar antara 1.600-3.500 mm, jumlah hari hujan dalam setahun kurang lebih 150 hari dengan suhu udara yang sedikit bervariasi, sekitar 26 °C.

Kota Banjarmasin termasuk wilayah yang beriklim tropis. Angin Muson dari arah Barat yang bertiup akibat tekanan tinggi di daratan Benua Asia melewati Samudera Hindia menyebabkan terjadinya musim hujan, sedangkan tekanan tinggi di Benua Australia yang bertiup dari arah Timur adalah angin kering pada musim kemarau. Hujan lokal turun pada musim penghujan, yaitu pada bulan-bulan November–April. Dalam musim kemarau sering terjadi masa kering yang panjang. Curah hujan tahunan rata-rata sampai 2.628 mm dari hujan per tahun 156 hari. Suhu udara rata-rata sekitar 25 °C – 38 °C dengan sedikit variasi musiman. Fluktuasi suhu harian berkisar antara 74-91%, sedangkan pada musim kemarau kelembabannya rendah, yaitu sekitar 52% yang terjadi pada bulan-bulan Agustus, September dan Oktober.

Sungai

Siring tepian sungai Martapura di depan Masjid Raya Sabilal Muhtadin (bekas Benteng Tatas) merupakan waterfront Banjarmasin

Sungai menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Kota Banjarmasin sehingga Banjarmasin mendapat julukan “kota seribu sungai” meski sungai yang mengalir di Banjarmasin tak sampai seribu. Sungai menjadi wadah aktivitas utama masyarakat zaman dahulu hingga sekarang, utamanya dalam bidang perdagangan dan transportasi. Sungai-sungai yang membelah kota ini, diupayakan sebagai magnet ekonomi, khususnya pariwisata.[106] Data dari Dinas Kimprasko Banjarmasin menunjukkan pada 1997 di Ibu Kota Kalimantan Selatan itu terdapat 117 sungai, kemudian pada 2002 berkurang menjadi 70 sungai, lalu pada 2004 sampai sekarang hanya tinggal 60 sungai.[107][108] Penataan kota Banjarmasin semestinya penataan daratan harus mengikuti penataan sungai, artinya penataan sungai yang didahulukan baru penataan daratan.[109]

Berikut adalah beberapa nama sungai yang mengaliri Kota Banjarmasin.
Catatan: Tabel di bawah belumlah lengkap.

No Nama sungai[110] Panjang (km) Daerah yang dialiri No Nama sungai Panjang (km) Daerah yang dialiri[111]
1 Barito 11,50 Banjarmasin bagian barat 25 Pengambangan 1,10 Banua Anyar dan Pengambangan
2 Martapura 17,00 Sepanjang kota Banjarmasin 26 Kerokan 0,63  
3 Anjir Mulawarman 2,90   27 Guring  ??  
4 Kuin 3,10 Kuin Utara, Kuin Selatan, Pangeran, Pasar Lama 28 Jingah  ?? Sungai Jingah
5 Pangeran 3,30 Pangeran 29 Tapekong  ?? Sepanjang Jl. Veteran
6 Pelambuan 1,38 Pelambuan 30 Pulantan  ?? Pemurus Dalam
7 Alalak 11,90 Kawasan Alalak 31 Banguntan  ?? Basirih
8 Basirih 1,50 Basirih Selatan 32 Saka Mangkok  ?? Mantuil
9 Andai 2,10 Sungai Andai 33 Halinau  ?? Mantuil
10 Teluk Dalam 2,20 Teluk Dalam 34 Gardu  ?? Sungai Lulut
11 Duyung 2,02   35 Gudang  ?? Pemurus Dalam
12 Banyiur SP 2,00   36 Bengao  ?? Kelayan Timur dan Kelayan Selatan
13 Pekapuran 2,54 Kawasan Pekapuran 37 Simpang Jalar  ?? Basirih Selatan
14 Pemurus 0,30 Kawasan Pemurus 38 Banyun  ??  
15 Miai 1,25   39 Jarak  ?? Kuin Utara
16 Awang 1,60   40 Skip  ?? Kelayan Selatan
17 Tatah Belayung 2,60 Tanjung Pagar 41 Jeruju  ?? Alalak Tengah
18 Kelayan 4,40 Kawasan Kelayan 42 Bayuan  ?? Alalak Tengah
19 Simpang Jelai 2,30   43 Siuding  ?? Kuin Utara
20 Liang Anggang 1,50   44 Pandai  ?? Kuin Utara
21 Pekauman  ??   45 Beruntung  ??  
22 Mawar  ?? Mawar 46 Belitung  ??  
23 Keramat  ??   47 Kuripan  ?? Kuripan
24 Tatas  ??   48 Sungai Andai 1,68 sungai andai

Demografi

Pasar tradisional di Banjarmasin pada zaman Belanda.

Kota Banjarmasin terdiri atas 5 kecamatan, yaitu:

  1. Banjarmasin Barat: 13,37km²
  2. Banjarmasin Selatan: 20,18 km²
  3. Banjarmasin Tengah: 11,66 km²
  4. Banjarmasin Timur: 11,54 km²
  5. Banjarmasin Utara: 15,25 km²

Jumlah penduduk di wilayah ini dapat diperincikan sebagai berikut:

Tabel Jumlah Penduduk Banjarmasin tahun 2008[112]

Nomor Kecamatan Luas (km²) Jumlah Penduduk (jiwa) Kepadatan (jiwa/km²)
1 Banjarmasin Selatan 20,18 150.221 7.444
2 Banjarmasin Timur 11,54 118.278 10.249
3 Banjarmasin Barat 13,37 149.753 11.201
4 Banjarmasin Tengah 11,66 114.584 9.827
5 Banjarmasin Utara 15,25 94.409 6.209

 

Perkembangan populasi penduduk Banjarmasin.

No. Tahun Populasi
1 1780 [113] 2.300 jiwa
2 1920[114] 41.661 jiwa
3 1930[115][114] 57.822 jiwa
4 1990[116] 481.371 jiwa
5 2000[117][118] 527.724 jiwa
6 2005[116] 589.115 jiwa
7 2010[119] 625.395 jiwa

Penguasa

Ronggo (kepala pribumi) Banjarmasin Raden Tumenggung Suria Kasuma dan panakawannya (foto oleh Hendrik Veen, 1913)

Penguasa Kota Banjarmasin:[120]

  1. Patih Masih, kepala kampung Banjarmasih (Kuin Utara)
  2. Sultan Suriansyah, berkedudukan di Kuin
  3. Sultan Rahmatullah, berkedudukan di Kuin
  4. Sultan Mustainbillah, berkedudukan di Kuin
  5. Sultan Agung, berkedudukan di Sungai Pangeran
  6. Pangeran Abdullah bin Sultan Muhammadillah, Putra Mahkota
  7. Pangeran Dupa, Putra Mahkota[121]
  8. Jan van Suchtelen (1747-1752), residen Belanda di Tatas
  9. Bernard te Lintelo (1752-1757), residen Belanda di Tatas
  10. R. Ringholm (1757-1764), residen Belanda di Tatas
  11. L.W. de Lile (1760-1764), residen Belanda di Tatas
  12. Willem Adriaan Palm (1764-1777), residen Belanda di Tatas
  13. Piter Waalbek (1777-1784), residen Belanda di Tatas
  14. Barend van der Worm (1784-1787), residen Belanda di Tatas
  15. Alexander Hare (1812), Resident-Comissioner Inggris di Tatas[122]
  16. I.N. Nieuwen Huyzen (1860), residen Belanda di Tatas
  17. C.A. Kroesen (1898), residen Belanda di Tatas
  18. C.J. Van Kempen (1924), residen Belanda di Tatas. Mulai tahun 1919 Banjarmasin memiliki Burgemester (Walikota)
  19. J. De Haan (1924-1929), residen Belanda di Tatas
  20. R. Koppenel (1929-1931), residen Belanda di Tatas
  21. W.G. Morggeustrom (1933-1937), residen Belanda di Tatas

Suku bangsa

Suku bangsa di kota Banjarmasin antara lain:[123]

Nomor Suku Bangsa Jumlah Konsentrasi
1 Suku Banjar 417.309 79,15%
2 Suku Jawa 56.513 10,72%
3 Suku Madura 12.759 2,42%
4 Suku Bukit (Dayak Meratus) 7.836 1,49%
5 Suku Bugis 2.861 0,54%
6 Suku Sunda 2.319 0,44%
7 Suku Bakumpai 1.048 0,20%
8 Suku Mandar 105 0,02%
9 Suku-suku lainnya 26.500 5,03%

Suku-suku lainnya adalah:

Keberadaan suku-suku ini ditandai dengan adanya rumah ibadah yang berlatang belakang suku-suku tersebut.

Perguruan tinggi

Perguruan Tinggi yang ada di Kota Banjarmasin antara lain:

Media

Radio

  • RRI Banjarmasin [125]
  • Radio Jaringan Nirwana Group Banjarmasin [126]
  • Radio Abdi Persada[127]
  • Radio SmartFM[128]
  • J Radio Banjarmasin [91,7 Fm][129]
  • Radio Gema FM
  • SANGKAKALA BANJAR [92,1 Fm] donnie

Surat Kabar Harian

Televisi Lokal

Gedung TVRI Stasiun Kalimantan Selatan

Rumah Ibadah

Sekitar tahun 1870-an hanya terdapat 3 rumah ibadah/masjid di Banjarmasin yaitu Masjid Kuin, Masjid Basirih dan Masjid Besar (cikal bakal Masjid Jami Banjarmasin), kemudian hari jumlahnya terus bertambah. Jumlah rumah ibadah yang ada di kota ini adalah:

  • Masjid 141 buah
  • Musholla 155 buah
  • Langgar 717 buah
  • Gereja Protestan 19 buah
  • Balai Jemaat 1 buah
  • Gereja Katolik 3 buah
  • Kapel 1 buah
  • Pura 1 buah
  • Vihara 8 buah

Arah Kiblat untuk Banjarmasin = 292° 52′ 27″[132] Rumah ibadah yang cukup terkenal di Banjarmasin, diantaranya:

Objek Wisata

Pasar Lima di Banjarmasin

Kota Banjarmasin memiliki berbagai objek wisata, baik wisata alam, wisata sejarah, wisata kuliner, maupun wisata pendidikan.[134][135][136]

Plaza Posindo Banjarmasin

Sejarah

Kawasan pecinan di Banjarmasin di tahun 1862

Pintu gerbang dengan tulisan 1606 (tahun ketika VOC pertama kali datang di Banjarmasin) dibangun untuk menyambut kedatangan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Dirk Fock pada tahun 1924

Kawasan Banjarmasin awalnya sebuah perkampungan bernama “Banjarmasih” (terletak di Bagian utara Banjarmasin). Tahun 1606 pertama kali VOC-Belanda mengunjungi Banjarmasin, saat itu masih terletak di muara sungai Kuin. Kota-kota yang terkenal di pulau Kalimantan pada awal abad ke-18 adalah Borneo (Brunei City), Ноrmata (Karimata), Marudo, Bendamarfin (Banjarmasin), dan Lava (Lawai).[95] Tahun 1747, VOC-Belanda memperoleh Pulau Tatas (Banjarmasin bagian Barat) yang menjadi pusat Banjarmasin semenjak saat itu hingga ditinggalkan Belanda tahun 1809. Tahun 1810 Inggris menduduki Banjarmasin[138] dan menyerahkannya kembali kepada Belanda tahun 1817. Daerah Banjar Lama (Kuin) dan Banjarmasin bagian Timur masih tetap menjadi daerah pemerintahan pribumi di bawah Sultan Banjar dengan pusat pemerintahan di keraton Martapura (istana kenegaraan) hingga diserahkan pada tanggal 14 Mei 1826. Tahun 1835, misionaris mulai beroperasi di Banjarmasin.[139] Tahun 1849, Banjarmasin (Pulau Tatas) menjadi ibukota Divisi Selatan dan Timur Borneo.[140] Saat itu rumah Residen terletak di Kampung Amerong berhadap-hadapan dengan Istana pribadi Sultan di Kampung Sungai Mesa yang dipisahkan oleh sungai Martapura. Pulau Tatas yang menjadi daerah hunian orang Belanda dinamakan kotta-blanda. Ditetapkan dalam Staatblaad tahun 1898 no. 178[141], kota ini merupakan Onderafdeeling Banjarmasin en Ommelanden (1898-1902), yang merupakan bagian dari Afdeeling Bandjermasin en Ommelanden (Banjarmasin dan daerah sekitarnya).[142] Tahun 1918, Banjarmasin, ibukota Residentie Zuider en Ooster Afdeeling van Borneo mendapat Gemeente-Raad. Pada 1 Juli 1919, Deean gemeente mulai berlaku beranggotakan 7 orang Eropa, 4 Bumiputra dan 2 Timur Asing. Pada tahun 1936 ditetapkan Ordonantie pembentukan Gouvernementen Sumatra, Borneo en de Groote-Oost (Stbld. 1936/68). Borneo Barat dan Borneo Selatan-Timur menjadi daerah Karesidenan dan sebagai Gouvernementen Sumatra, Borneo en de Groote-Oost yang pusat pemerintahannya adalah Banjarmasin.[143] Tahun 1937, otonomi kota Banjarmasin ditingkatkan dengan Stads Gemeente Banjarmasin karena Banjarmasin sebagai ibukota Gouvernement Borneo.[144] Tanggal 16 Februari 1942, Jepang menduduki Banjarmasin.[145], kemudian dibentuk pemerintahan pendudukan bagi Borneo & kawasan Timur di bawah Angkatan Laut Jepang.[146] Tanggal 17 September 1945, Jepang menyerah kepada Sekutu (tentara Australia) yang memasuki Banjarmasin.[147][148] Tanggal 1 Juli 1946 H. J. van Mook menerima daerah Borneo en de Groote-Oost dari tentara pendudukan Sekutu dan menyusun rencana pemerintahan federal melalui Konferensi Malino (16-22 Juli 1966) dan Konferensi Denpasar (7-24 Desember 1946) yang memutuskan pembentukan 4 negara bagian yaitu Jawa, Sumatera, Borneo (Netherlands Borneo) dan Timur Besar (Negara Indonesia Timur), namun pembentukan negara Borneo terhalang karena ditentang rakyat Banjarmasin[149][150][151][152] Tahun 1946 Banjarmasin sebagai ibukota Daerah Banjar satuan kenegaraan sebagai daerah bagian dari Republik Indonesia Serikat. Kotapradja Banjarmasin termasuk ke dalam Daerah Banjar, meskipun demikian Daerah Banjar tidak boleh mencampuri hak-hak dan kewajiban rumah-tangga Kotapradja Banjarmasin dalam daerahnya sendiri. [153]

Lagu Daerah

  1. Kampung Batuah
  2. Talambat Badatang
  3. Pangeran Suriansyah
  4. Banua Banjar
  5. Pambatangan

Wakil Rakyat di DPRD Banjarmasin 2009-2014

DPRD Banjarmasin terdiri atas 5 Daerah Pemilihan, yaitu:

Daerah Pemilihan Banjarmasin I (8 kursi)

Partai Politik Caleg Terpilih Keterangan
PKS Muhammad Fauzan
PAN H.M. Faisal Hariyadi
Golkar Matnor Ali F.
PPP Hj. Jumiati, SH
PDIP Suyato, SE, MM
PBR Hj. Rinda Herliani, SE
Demokrat M. Firmansyah
Demokrat Sri Nurmaningsih

Daerah Pemilihan Banjarmasin II (11 kursi)

Partai Politik Caleg Terpilih Keterangan
PKS Mathari, S.Ag.
PAN Drs. H. Sastra H.
PKB Yuriawati Zai Rose
Golkar Ananda, S.Ked.
PPP Arufah
PDIP Hj. Mahrita, SE
PBR Chandra Bayu
PBR Mursyid
Demokrat Totok Hariyanto, S.Pd.
Demokrat Ruslan
Demokrat Edhy Susantyo

Daerah Pemilihan Banjarmasin III (7 kursi)

Partai Politik Caleg Terpilih Keterangan
Hanura Noval
PKS Mushaffa Zakir, Lc
PAN M. Dafik As’ad, SE, MM
Golkar H. Iwan Rusmali, SH
PBR M. Isnaini, SE
Demokrat Bambang Yanto Permono
Demokrat Dewi Sanjaya

Daerah Pemilihan Banjarmasin IV (8 kursi)

Partai Politik Caleg Terpilih Keterangan
PKS Awan Subarkah, STP
PAN Hj. Ismina Mawarni
Golkar H. Abadi Noor Supit
PPP Drs. Johansyah
PDIP H. Rudi Naparin, ST
PBR H. Zainal A. Husni
Demokrat Abdul Gais
Demokrat Hj. Ratna Juwita, RD

Daerah Pemilihan Banjarmasin V (11 kursi)

Partai Politik Caleg Terpilih Keterangan
PKPB Agus Arya Sandy
Gerindra Muhammad Fahmi
PKS Aliansyah
PAN H. Abdul Muis
Golkar H.A. Rudiani, SE
PPP Khairul Saleh, SE, MM
PBB M. Ismail Ibrahim, SE
PDIP Noorsiana Budiarsih
PBR Andi Effendi, S.Pd.
Demokrat Edy Yusuf
Demokrat Emma Chandra H.

Tokoh kelahiran Banjarmasin

Jarak Banjarmasin (0 km Jalan Nasional) dengan kota-kota lain[157]

Tugu 0 km di Kota Banjarmasin

Kota-kota lainnya Darat (km)/Laut (mil) Keterangan
Pelabuhan Trisakti 5 km
Terminal Banjarmasin 6 km
Terminal Regional Type A Banjar Bakula Pura[158] 17 km
Bandara Syamsudinoor 26 km 30 menit
Banjarbaru[159] 34 km 45 menit
Martapura 40 km 1 jam
Cempaka (Kantor Sekda Kalsel/Gubernuran) 60 km
Pelaihari 65 km 40 km dari Banjarbaru
Batulicin 265 km 250 km dari Tanah Grogot
Kotabaru 305 km 8 jam
Batas timurlaut Kalsel-Kaltim (Sengayam)
Rantau 113 km 64 km dari Martapura
Kandangan 135 km 23 km dari Rantau
Negara 165 km
Amuntai 190 km 42 km dari Tanjung
Batas barat laut Kalsel-Kalteng (Pasar Panas) 17 km dari Pulau
Tamiang Layang 25 km dari Kelua
Ampah 276 km 47 km dari Tamiang Layang
Buntok 318 km 192 km dari Palangka Raya
Muara Teweh 414 km 605 km dari Palangka Raya (via Bjm)
Puruk Cahu 511 km 702 km dari Palangka Raya (via Bjm)
Terminal Pantai Hambawang – km – jam
Barabai 165 km 28 km dari Kandangan
Paringin 202 km 39 km dari Barabai
Terminal Mabuun 224 km 5 km dari Tanjung
Tanjung 232 km 25 km dari Paringin
Batas utara Kalsel-Kaltim (Gunung Halat) 288 km 92 km dari Tanjung, 184 dari T. Grogot
Penajam 480 km 135 km dari Samarinda
Balikpapan 500 km 115 km dari Samarinda
Samarinda[160][161] 615 km (196 mil)[162] 15 jam
Tenggarong 660 km 45 km dari Samarinda
Sendawar 992 km 377 km dari Samarinda
Bontang 760 km 110 km dari Samarinda
Tanjung Redeb 1.190 km 575 km dari Samarinda
Malinau 1.273 km dari Samarinda
Nunukan 1.423 km 808 km dari Samarinda
Marabahan 48 km
Jembatan Barito 16,10 km  
Batas barat Kalsel-Kalteng (Anjir Serapat) 30,20 km 16,10 km dari Bjm + jemb 1,082 km + 12,8 km sampai Batas Kalteng
Kuala Kapuas[163] 46 km 152 km dari Palangka Raya, 16 km dari batas Kalsel
Palangka Raya[164] 191 km 5 jam
Sampit[165] 418 km 227 km dari Palangka Raya
Nanga Bulik 650 km 559 km dari Palangka Raya
Batas Kalbar-Kalteng (Kudangan) 850,40 km 820,2 Km dari Batas Kalsel[166]
Nangatayap 912,90 km 62,5 km dari Batas Kalteng[167]
Balai Berkuak 1.069,79 km Nangatayap-Balai Berkuak 156,89 km
Tayan 1.150,59 km Balai Berkuak-Tayan 80,80 km
Pontianak 1.249,65 km Tayan-Teraju-Pontianak 99,06 km
Batas Kalbar-Sarawak (Entikong) 1.599,65 km 350 km dari Pontianak
Kuching 1.691,65 km Pontianak-Kuching (via Serian) 442 Km[168]
Serian 1.627,65 km Kuching-Serian 64 km[169]
Sibu 1.977,65 km Serian-Sibu 350 Km[170]
Bintulu 2.167,65 km Sibu-Bintulu 190 Km
Miri 2.357,65 km Bintulu-Miri 190 Km
Kota Kinabalu 2.767,65 km Miri-Beufort-Kinabalu 410 Km
Sandakan 3.057,65 km Kinabalu-Sandakan 290 Km
Tawau 3.307,65 km Sandakan-Tawau 250 Km
Surabaya 268 mil
Semarang 624 km via udara[171]
Jakarta 923 km[172] ditarik garis lurus
Makassar 150-200 nautical miles 25 menit waktu penerbangan dgn kecepatan rata-rata 50 nautical miles per menit.
Makkah 8.587 km[173] 5327.19 mil[174]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s