Era-SBY Tuntas Caleg Partai Demokrat Harus Kerja Keras

JAKARTA – Calon legislatif (caleg) Partai Demokrat (PD) harus bekerja keras agar pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 nanti bisa terpilih sebagai anggota DPR. Sebab, partai yang kini dipimpin Anas Urbaningrum itu tak bisa lagi menjadikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai “barang dagangan” mengingat era kekuasaannya segera berakhir karena sudah menjadi presiden untuk dua periode.

Menurut pengamat politik dari Charta Politica, Yunarto Wijaya, PD dalam Pemilu legislatif (Pileg) 2004 dan 2009 bisa mendulang suara karena faktor SBY. “Jadi nanti saat Pileg 2014, caleg akan menjadi ujung tombak untuk mempertahankan basis pemilih PD. Harus ada caleg yang bisa menjadi semacam SBY di tingkat bawah,” kata Yunarto saat hadir sebagai pembicara pada Pendidikan dan Pelatihan bagi Pemilih Pemula dan Relawan Saan Mustopa di Sanggabuwana, Karawang, Jawa Barat, Minggu (30/12).

Yunarto menambahkan, kini PD membutuhkan caleg yang memang benar-benar melakukan kerja politik untuk menarik suara dan membina konstituen. Namun sayangnya, kata Yunarto, tak banyak kader PD yang mau turun untuk melakukan kerja politik seperti halnya Saan Mustopa yang membuat jaringan di tingkat akar rumput dan membuat program yang bersentuhan langsung dengan konstituen.

Direktur Riset Charta Politika itu menjelaskan, menjadi relawan caleg justru bisa sebagai investasi bagi relawan itu sendiri. Sebab saat citra caleg terkerek, maka relawan pun minimal sudah memiliki modal jika nantinya memang mulai serius di politik. “Citra itu bukan hanya untuk kandidat, tapi juga relawannya,” katanya.

Sedangkan Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Suryadi Suhardi mengatakan, suara PD memang akan merosot pada Pemilu 2014 mendatang meski masih bertahan di peringkat tiga besar. Bahkan mengacu pada sebuah penelitian, sebutnya, ternyata mayoritas pemilih PD di tingkat paling bawah saja tak tahu dengan pengurus partai pemenang Pemilu 2009.

“Ini problem. Padahal semakin kenal akan semakin dekat dengan citra positif,” ucapnya.

Selain itu dikatakannya pula, PD juga tak bisa lagi memasang vote getter untuk mendongkrak suara pemilih. Ia mencontohkan vote getter dari kalangan kiai yang kini tak bisa lagi diandalkan. “Sebab faktanya banyak pilihan ataupun ajakan politik kiai yang tak lagi dituruti para pengikutnya,” ulasnya.

Parahnya, masyarakat juga sering melakukan generalisasi terhadap caleg yang diusung sebuah parpol. Karenanya ketika ada satu atau dua kader parpol bermasalah, katanya, masyarakat pun menganggap caleg-caleg yang dipasang pun juga bermasalah.

Untuk itu, katanya, masyarakat pemilih memang perlu terus didekati termasuk melalui relawan yang bekerja bagi caleg. “Masyarakat tidak mandiri dalam menentukan pilihan politik. Biasanya yang memengaruhi adalah keluarga dan komunitas sosial,” sebutnya.

Sementara Saan Mustopa yang hadir pada kesempatan itu mengatakan, dirinya mencoba memberi pemahaman ke publik agar jangan hanya dimanfaatkan saat menjelang Pemilu atau Pilkada saja. “Kayak jual beli di pasar, setelah pemilu selesai maka hubungan dengan masyarakat selesai juga,” ucap anggota Komisi III DPR itu.

Karenanya melalui relawan, Saan ingin gagasan-gagasannya bisa ditangkap publik. “Kalau saya berpikir pragmatis buat apa saya blusukan capek-capek. Saya tidak begitu. Saya hanya ingin menularkan gagasan,” tegasnya.

Pria yang kini dipercaya sebagai Wakil Sekjen PD itu dalam beberapa kesempatan juga mencoba menyapa konstituennya di daerah pemilihan (dapil) Jabar VII yang terdiri dari Kabupaten Bekasi, Karawang dan Purwakarta melalui kegiatan yang bersentuhan langsung masyarakat. Misalnya melalui kegiatan olah raga seperti turnamen futsal dan voli, maupun kegiatan sosial dengan pengobatan gratis. Kemarin, Saan menggelar acara pengobatan Gratis di Desa Cintawargi, Karawang tak jauh dari pusat pelatihan Relawan Saan Mustopa.(ara/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s